30 Ribu Kendaraan Masuk Semarang, Puncak Arus Mudik 68 Ribu
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-5 Lebaran 2026, jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung tercatat mencapai 155.000 kendaraan.

PT Jasa Marga ruas Semarang–Batang mencatat arus mudik menuju Semarang masih berada di kisaran 30.000 kendaraan per hari. Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang Batang, Nasrullah, mengatakan angka tersebut merupakan data terbaru per 16 Maret 2026.
"Data terakhir yang kami dapatkan tanggal 16 Maret (2026) kemarin jumlah lalu lintas yang mengalir ke Semarang itu 30.000 kendaraan," kata Nasrullah di Semarang, Selasa (16/3/2026).
Meski volume kendaraan cukup tinggi, ia menyebut arus lalu lintas menuju Semarang hingga saat ini masih terpantau lancar. Namun demikian, Jasa Marga memprediksi kepadatan akan meningkat menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
"Karena kami perkirakan ketika arus puncak nanti tanggal 18 Maret 2026 itu jumlah kendaraan per harinya bisa mencapai 68.900 unit," ujarnya.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-5 Lebaran 2026, jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung tercatat mencapai 155.000 kendaraan.
Terkait rencana penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) menuju Semarang, Nasrullah mengatakan pelaksanaannya kemungkinan dilakukan secara bertahap.
Namun, pihaknya masih menunggu instruksi dari kepolisian.
"Yang kami lakukan adalah mempersiapkan prasarana, sarana, dan juga petugas di lapangan, baik untuk persiapan dalam aspek layanan transaksi, layanan lalu lintas, layanan preservasi maupun layanan di rest area," katanya.
Berdasarkan data Pos Pengamanan (Pospam) Gerbang Tol Kalikangkung, jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang pada Selasa pukul 06.00–19.00 WIB mencapai 25.185 kendaraan.
Arus kendaraan dari arah barat atau Jakarta tercatat rata-rata sekitar 2.000 kendaraan per jam.
Sementara itu, arus kendaraan menuju Jakarta pada periode yang sama mencapai 8.942 kendaraan, dengan rata-rata sekitar 650 kendaraan per jam dari arah timur.
Artikel Terkait
PeristiwaRahasia di Balik Tragedi Pabrik Plastik Bekasi: Pelajaran Emas untuk Masa Depan Industri yang Lebih Aman
PeristiwaDari Abu Industri: Menyalakan Kembali Makna Keselamatan di Era Produksi
PeristiwaJendela ke Laut yang Terbuka: Pelajaran Diplomasi dari Kapal Perang Asing di Pelabuhan Kita
PeristiwaMenyikapi Insiden Kebakaran Pabrik: Fondasi Tangguh untuk Industri yang Lebih Aman
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jabodetabek Terkini.





