Emil Audero Jadi Korban Flare saat Inter Milan Tekuk Cremonese
Emil Audero terkena flare saat laga Cremonese vs Inter Milan di Liga Italia. Insiden tersebut terjadi di awal babak kedua.
%3Astrip_icc()%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F5490069%2Foriginal%2F006980800_1769994360-000_94R7296.jpg&w=1600&q=75)
Emil Audero mengalami insiden serius dalam laga Cremonese kontra Inter Milan di pekan ke-23 Liga Italia. Kiper Cremonese tersebut terkena flare yang dilempar dari tribun saat pertandingan berlangsung.
Pertandingan yang digelar Senin (2/2/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Inter. Namun hasil positif tersebut dibayangi insiden yang membahayakan pemain.
Gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama memastikan tiga poin bagi tim asuhan Cristian Chivu. Situasi di lapangan sempat kondusif sebelum gangguan muncul selepas jeda.
Audero sempat terkena lemparan flare dari tribun. Beruntung, kiper timnas Indonesia itu tidak mengalami cedera serius dan tetap melanjutkan pertandingan.
Lima menit setelah babak kedua dimulai, sebuah flare dilempar dari sektor suporter tamu Inter. Benda itu mendarat dekat Audero yang saat itu sendirian di area kotak penalti.
Flare tersebut meledak dengan suara keras tepat di dekatnya. Ledakan itu membuat laga dihentikan sementara di Stadion Giovanni Zini.
Asap sempat memenuhi area lapangan setelah ledakan terdengar. Audero mengalami luka kecil dan bekas terbakar di kakinya, tetapi tetap melanjutkan pertandingan.
Beberapa menit kemudian terdengar ledakan lain dari arah tribun. Kali ini flare tidak jatuh dekat pemain.
Keributan terjadi di antara suporter Inter di tribun tandang. Banyak yang marah kepada pelaku karena dianggap membahayakan pemain dan berisiko membuat laga dihentikan.
Media Italia La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera melaporkan pelaku teridentifikasi setelah datang ke rumah sakit di Cremona dengan cedera tangan. Ia disebut kehilangan tiga jari akibat flare kedua yang dilemparnya.
Ia akan ditangkap dan dilarang masuk stadion. Namun, respons otoritas masih dinantikan, termasuk kemungkinan pelarangan seluruh suporter Nerazzurri untuk laga tandang.
Presiden Inter Milan Beppe Marotta mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut aksi itu tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai sportivitas.
“Saya dengan tegas mengecam apa yang terjadi hari ini: itu adalah tindakan tidak masuk akal yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai olahraga, nilai-nilai yang kami tanamkan dan junjung sejak level tim muda," kata Marotta di situs resmi Inter.
Artikel Terkait
OlahragaTransformasi Garuda: Elkan Baggott Bicara Soal Revolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
OlahragaDari Ipswich ke GBK: Elkan Baggott Bicara Transformasi Mental dan Kualitas Pemain Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Dari Elkan Baggott Hingga Gelombang Pemain Eropa yang Mengubah DNA Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Analisis Elkan Baggott Terhadap Evolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jabodetabek Terkini.





