Inter Milan Merasa 'Terpaksa' Tampil di Play-off Liga Champions: Gara-gara Penalti Lawan Liverpool
Javier Zanetti menyinggung penalti kontroversial di laga Inter Milan lawan Liverpool yang membuat Inter harus tampil di play-off Liga Champions kontra Bodo/Glim
%3Astrip_icc()%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F5438529%2Foriginal%2F027585000_1765323420-000_87LN8UM.jpg&w=1600&q=75)
Inter Milan harus menempuh jalan memutar di Liga Champions 2025/2026. Alih-alih langsung lolos ke babak 16 Besar, Nerazzurri justru harus melewati fase play-off yang sarat risiko dan tekanan.
Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, tak menutupi rasa kecewanya. Ia menyinggung satu momen krusial yang menjadi titik balik perjalanan Inter di fase liga: penalti kontroversial saat menghadapi Liverpool.
Kekalahan tipis 0-1 dari Liverpool pada 9 Desember lalu menjadi penentu nasib Inter. Gol tunggal The Reds lahir dari titik putih di menit-menit akhir, keputusan yang hingga kini masih menyisakan perdebatan.
Kini, Inter harus fokus menghadapi Bodo/Glimt di babak play-off. Namun, bayang-bayang laga melawan Liverpool tetap membekas dalam benak Zanetti dan jajaran manajemen Nerazzurri.
Inter sejatinya tampil kompetitif sepanjang fase liga Liga Champions musim ini. Konsistensi mereka nyaris cukup untuk mengamankan tiket langsung ke babak 16 Besar lewat delapan besar klasemen.
Seandainya Inter mampu menahan imbang Liverpool, mereka akan mengoleksi 16 poin. Jumlah itu cukup untuk mengungguli Sporting CP dan Chelsea lewat selisih gol, sekaligus menghindari fase play-off.
Kenyataan berkata lain. Penalti kontroversial di menit akhir membuat Inter harus menerima hasil pahit dan melanjutkan perjalanan dari jalur yang lebih berbahaya.
"Sayangnya, kami kehilangan poin melawan Liverpool. Jika tidak, kami tidak akan berada di sini sekarang. Kami menerima semuanya, dan sekarang kami bersiap untuk menghadapi tim yang tidak boleh diremehkan," kata Zanetti kepada Sky Sport Italia.
Artikel Terkait
OlahragaTransformasi Garuda: Elkan Baggott Bicara Soal Revolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
OlahragaDari Ipswich ke GBK: Elkan Baggott Bicara Transformasi Mental dan Kualitas Pemain Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Dari Elkan Baggott Hingga Gelombang Pemain Eropa yang Mengubah DNA Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Analisis Elkan Baggott Terhadap Evolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jabodetabek Terkini.





