Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey Usai Dikalahkan Albacete 3-2
Real Madrid mengalami kejutan besar di Copa del Rey 2025/2026 setelah kalah 2-3 dari tim divisi dua, Albacete, di babak 16 besar. Kekalahan ini sekaligus menandai tersingkirnya Los Blancos dari turnamen dan debut pahit pelatih anyar Álvaro Arbeloa.

Real Madrid harus lebih cepat mengubur impian mereka di Copa del Rey musim 2025/2026 setelah dihentikan oleh klub Segunda División, Albacete, dengan skor 3-2 pada pertandingan babak 16 besar yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) dini hari waktu setempat di Estadio Carlos Belmonte.
Dalam laga yang penuh drama tersebut, Albacete memberi kejutan besar dengan tampil agresif sejak menit awal dan mampu memaksimalkan peluang mereka. Real Madrid, yang tengah mengalami periode transisi dengan pelatih baru, harus menerima hasil buruk meskipun sempat memimpin dan menyamakan kedudukan.
Gol pertama Albacete dicetak oleh Javi Villar, yang membuat tuan rumah unggul. Madrid kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Franco Mastantuono, tetapi Albacete kembali unggul melalui gol Jefte Betancor di menit ke-82. Real sempat kembali menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Gonzalo García di masa injury time, namun Betancor sekali lagi menjadi pahlawan Albacete dengan gol penentu kemenangan di menit tambahan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Real Madrid, apalagi datang di laga pertama pelatih Álvaro Arbeloa sebagai arsitek tim. Debut Arbeloa, yang mengambil alih setelah era sebelumnya, berakhir pahit dengan eliminasi dari kompetisi yang biasanya menjadi target juara bagi Los Blancos. Banyak pengamat menyebut hasil ini sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen musim ini.
Pertandingan juga mendapat sorotan karena Real Madrid beberapa kali kesulitan menembus pertahanan disiplin Albacete. Meskipun tim ibu kota Spanyol sempat menguasai sebagian besar permainan, mereka gagal memanfaatkan dominasi tersebut menjadi gol yang bisa membawa tim ke babak berikutnya.
Kekalahan ini berarti Real Madrid tidak lolos ke perempat final Copa del Rey, sementara Albacete melaju untuk menghadapi rival berikutnya di kompetisi. Bagi Los Blancos, hasil ini menjadi tanda bahwa perubahan kepelatihan dan rotasi pemain perlu cepat membuahkan hasil untuk kembali bersaing di semua kompetisi domestik dan Eropa.
Bagi fans sepak bola Spanyol, tersingkirnya Real Madrid oleh tim kasta kedua menjadi momen tak terduga dan mengingatkan bahwa di ajang piala, kejutan bisa terjadi kapan saja, terutama ketika tim rival mampu memaksimalkan momen penting dalam pertandingan.
Artikel Terkait
OlahragaTransformasi Garuda: Elkan Baggott Bicara Soal Revolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
OlahragaDari Ipswich ke GBK: Elkan Baggott Bicara Transformasi Mental dan Kualitas Pemain Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Dari Elkan Baggott Hingga Gelombang Pemain Eropa yang Mengubah DNA Timnas Indonesia
OlahragaTransformasi Garuda: Analisis Elkan Baggott Terhadap Evolusi Kualitas dan Mentalitas Timnas Indonesia
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jabodetabek Terkini.





